Postingan Populer

Selasa, 13 Februari 2024

JURNAL KARYA ILMIAH

 PERAN GURU TERHADAP KEBERSIHAN MULUT DAN GIGI PADA ANAK USIA DINI DI RA AL AZIZIYAH KOTA BEKASI 

Cut Rosmawati Universitas Panca Sakti Bekasi 

Email: cutrose85@gmail.com 

Abstract :

 Dental health in early childhood needs attention and counseling efforts in maintaining oral and dental hygiene. One way to treat dental health in early childhood at school is to brush their teeth properly and thoroughly will help children maintain good dental and oral hygiene . This study aims to find out how the influence of teachers on dental and oral hygiene of children at an early age at RA Al Aziziyah Jatiasih School, Bekasi City. Researchers used a descriptive qualitative research method. Namely by interview techniques, observation, and documentation, observation guides, documents and field notes. The research subjects were students of the RA Al Aziziyah Jatiasih School, Bekasi City. Based on research, the teacher's role in maintaining children's dental hygiene includes brushing their teeth together and using various media related to dental hygiene. Keywords: early childhood, oral and dental hygiene, teacher's role

 Abstrak : 

Kesehatan gigi pada anak usia dini terbilang perlu perhatian dan upaya penyuluhan dalam menjaga kebersihan mulut dan gigi, Salah satu merawat kesehatan gigi pada anak usia dini di sekolah adalah dengan menggosok gigi dengan benar dan menyeluruh akan membantu anak menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh guru terhadap kebersihan gigi dan mulut anak pada usia dini di Sekolah RA Al Aziziyah Jatiasih Kota Bekasi. Peneliti menggunakan Metode penelitian kualitatif deskriptif. Yaitu dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, panduan observasi, dokumen dan catatan lapangan. Subyek penelitian adalah siswa Sekolah RA Al Aziziyah Jatiasih Kota Bekasi. Berdasarkan penelitian, peran guru dalam menjaga kebersihan gigi anak antara lain menyikat gigi bersama dan menggunakan berbagai media yang berhubungan dengan kebersihan gigi. 

Kata Kunci: anak usia dini, kebersihan mulut dan gigi, peran guru 

PENDAHULUAN 

Sangat penting untuk membiasakan merawat mulut dan gigi anak sejak usia anak masih kecil. kebiasaan yang itu dalam hal kebersihan rongga mulut, lidah, dan giginya agar anak bisa terhindar ataupun kecil kemungkinan anak akan mengalami sakit gigi ataupun mengalami lubang pada gigi. Karies gigi Dimana umumnya di tandai lubang pada gigi. Gigi berlubang bukan hanya mempengaruhi orang dewasa dan anak kecil bahkan lebih daripada orang dewasa, karna dalam kesehariannya anakanak suka sekali makanan yang manis- manis dan sulit untuk membersihan Cut Rosmawati, Peran guru terhadap kebersihan mulut dan gigi pada anak usia dini di RA Al Aziziyah Kota Bekasi 156 gigi atau malas untuk menggosok gigi, oleh sebab itulah perlu adanya peran orang dewasa untuk mendampingi anak dalam memberikan bimbingan atau arahan agar anak dapat membiasakan diri dalam menjaga kebersihan mulut dan giginya. Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku seseorang1 . Dalam sebuah ulasan ini, berbagai hasil dapat disebabkan oleh beberapa alasan. Sementara tingkat kesadaran yang tinggi tentang kesehatan gigi dan mulut anak-anak, ada tingkat perilaku yang rendah tentang kesehatan gigi. Hal ini dapat dipahami sebagai pembentukan perilaku. yang tidak hanya dipengaruhi oleh ranah pengetahuan tetapi juga oleh ranah sikap. Menyoroti Pentingnya peran guru dalam membimbing anak usia dini untuk pembiasaan anak membersihkan mulut dan giginya secara berkala, yaitu dengan periksa ke dokter Gigi secara rutin dan rajin menyikat gigi dengan benar sesuai dengan aturan dokter. Guru bertugas dalam Memelihara, menunjukan, dan membina siswa supaya memiliki potensi sesuia minat dan bakatnya. Untuk memaksimalkan prestasi siswa, guru yang cakap akan lebih mampu mengarahkan kelas, dan menjadi tanggung jawab mereka dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif, . Ketika siswa termotivasi untuk belajar, maka proses pembelajaran akan berhasil dan guru berperan sebagai motivator. Pahlawan tanpa tanda jasa adalah guru. Itu adalah ungkapan terkenal yang meringkas pentingnya kontribusi guru terhadap pendidikan anak, meskipun kontribusi mereka sering diabaikan. Peran guru lebih dari sekadar memberikan pengetahuan kepada siswa. Selain itu, guru harus dapat memimpin dengan memberi contoh dan menjadi teladan yang positif bagi siswanya. Agar seorang guru dapat mengajar siswanya dengan baik, dia harus memiliki budi pekerti luhur, sabar, dan welas asih, juga bisa 1 Pemeliharaan Kesehatan, Gigi Anak, and S D N Kauman, “Journal of Health Education,” 

Journal of Health Education 25, no. 1 (1994): 57–60, https://doi.org/10.1080/10556699.1994.10603001. WISDOM: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Volume 03 No.02 Juli-Desember 2022 157 menjaga kebersihan diri terutama kesehatan mulut dan gigi sehingga akan meningkatkan semangat dalam mengajarkan kepada anak-anak. Penelitian sebelumnya yang relevan adalah “Peran Guru dalam Meningkatkan Kesehatan Gigi dan Mulut Siswa di Sekolah Dasar” yang dikutip dalam penelitian ini. Uji-t menunjukkan hal ini. Temuan studi ini menunjukkan bahwa jumlah plak menurun hampir di semua siswa. Hasil ujiT juga menunjukkan hal ini. Uji-T mengungkapkan penurunan 0,001 jumlah plak di antara siswa setelah intervensi guru. yang menunjukkan bahwa guru berkontribusi terhadap peningkatan kebersihan mulut dan gigi siswa2 . “Teacher's Role On Oral Health Promoting School” adalah bagian lain dari penelitian terkait. Sebagai wadah kegiatan dalam merekomendasikan kegiatan untuk Kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut siswa di lembaga sekolah, temuan menunjukkan bahwa latiahan untuk guru umumnya sebagai rekomendasi agar guru dapat termotivasi untuk berperan aktif berinisiatif menyebarkan berbagai kegiatan promosi tentang menjaga dan merawat gigi dan mulut di sekolah3 . ANAK USIA DINI Memahami sistem pendidikan nasional berbasis hukum pada anak usia dini menurut undang-undang no. 20 tahun 2003 yang disebut dengan anak usia dini adalah anak usia 0- 6 tahun, sedangkan menurut para ahli adalah anak usia 0-8 tahun. Dalam Kamus Umum bahasa Indonesia tentang pengertian anak usia dini secara etimologis dapat difahami yaitu manusia yang masih kecil ataupun insan yang belum dewasa. Anak merupakan insan yang bersifat uniq dan bersih, Anak usia dini adalah anak yang masih mengalami 2 Fakultas Kedokteran Gigi and Universitas Muhammadiyah Surakarta, “PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT SISWA DI SEKOLAH DASAR Ana Riolina” 1, no. 2 (2017): 51–54. 3 Hermien Nugraheni, Lanny Sunarjo, and Tri Wiyatini, “Teacher’S Role on Oral Health Promoting School,” Jurnal Kesehatan Gigi 5, no. 2 (2018): 13, https://doi.org/10.31983/jkg.v5i2.3857. Cut Rosmawati, Peran guru terhadap kebersihan mulut dan gigi pada anak usia dini di RA Al Aziziyah Kota Bekasi 158 atau berada dalam masa proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik. Oleh karena itu, bayi atau anak kecil adalah seseorang yang masih dalam tahap tumbuh kembang dan memerlukan pengawasan dan pengasuhan orang dewasa. Anak yang masih dalam pengasuhan orangtua atau masih kecil pada usia 0 sampai 3 tahun di sebut usia keemasan, di masa itu anak usia dini perkembangan otak anak sangat cepat berkembang mencapai hingga 80%. Saat itu bermacam-macam informasi mampu diserap oleh otak anak, tanpa menyaring baik informasi tersebut atau buruk. Itulah Setiap anak memiliki karakteritik bermacam-macam.

 KEBERSIHAN MULUT DAN GIGI SERTA PERAWATANNYA TERHADAP ANAK USIA DINI 

Pada umumnya Kesehatan mulut dan gigi adalah bagian penting yang tidak boleh di abaikan. Perlu adanya penyuluhan bagi setiap warga negara indonesia perihal betapa pentingnya menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut, dengan berbagai cara memberikan arahan dalam mengantisipasi kerusakan gigi, menjaganya agar terlindungi dari kuman- kuman yang menyebabkan kerusakan gigi tersebut dan menyebabkan bau mulut. Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulut serta gigi-gigi anak usia dini secara optimalmaka perlu dijaga secara teratur. Langkah pertama dalam menjaga gigi adalah memperhatikan cara makan. Jangan biarkan makan terlalu banyak makanan manis, makanan yang melekat pada gigi seperti coklat dan aneka permen, mengajarkan anak untuk rajin menyikat gigi secara rutin guna membersihkan sisa makanan dan plak-plak yang menempel pada gigi. Karena jika kebersihan mulut dan gigi apabila diabaikan akan mengakibatkan:sakit gigi, bau mulut, gigi berlubang, karang gigi dan gusi bengkak. Oleh sebab itu, pentingnya menyikat gigi secara teratur untuk menghindari penyakit-penyakit gigi. 

Karies gigi saat ini menjadi masalah utama pada rongga mulut anakanak4 . Karies gigi atau biasa di kenal dengan sebutan gigi berlubang adalah Aktivitas bakteri di dalam mulut menyebabkan kerusakan pada lapisan enamel yang dapat menyebar ke saraf gigi. Hal ini menyebabkan timbulnya penyakit yang dikenal dengan gigi berlubang. Di Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar Nasional (RISKESDAS) tahun 2013, karies gigi merupakan penyakit gigi dan mulut yang paling banyak diderita, mempengaruhi lebih dari 80% penduduk. Pertimbangan dan perilaku bangsa Indonesia terhadap kesehatan gigi dan mulut adalah masih miskin. Hal ini terlihat dari meningkatnya prevalensi penyakit mulut dan karies gigi di Indonesia5 . sehingga perlunya penerapan pendidikan kebersihan mulut dan gigi sejak usia dini. 

TUGAS DAN FUNGSI GURU PADA ANAK USIA DINI

 Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI Guru yaitu orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar6 . Dengan kata lain,orang yang profesinya mengajarkan disebut guru. Dalam hal ini sebagaimana Undang-Undang No.14 Tahun 2005 menetapkan bahwa guru adalah ahli di bidangnya yang mempunyai tugas utama mendidik, mengajar, mengarahkan, melatih, menyelenggarakan penilaian, dan mengevaluasi peserta didik sejak PAUD. Dalam lembaga pendidikan formal, guru adalah seseorang yang memiliki wewenang dan tanggung jawab di bidang pendidikan. Peran penting guru dalam dunia pendidikan juga menjadi bagian dari keberhasilan ataupun kegagalan seorang anak didik. 4 Nadie Fatimatuzzahro, Rendra Chriestedy Prasetya, and Winda Amilia, “Gambaran Perilaku Kesehatan Gigi Anak Sekolah Dasar Di Desa Bangsalsari Kabupaten Jember,” Jurnal IKESMA 12, no. 2 (2016): 85. 5 Fatimatuzzahro, “Bangsalsari Yaitu 5 . Indeks Gigi Yang Karies ( D ) Lebih Dominan Yaitu Sekitar 67 % Dibanding Gigi Yang Telah Dicabut ( M ) Sebanyak 2 % Dan Gigi Yang Telah Ditambal ( F ) Hanya 1 %. Masih Tinggi Nya Gigi Yang Karies ( D ) Dibandingkan Gigi Yang Sudah Di,” Jurnal IKESMA 12 (2016): 84–90. 6 https://kbbi.web.id/guru Cut Rosmawati, Peran guru terhadap kebersihan mulut dan gigi pada anak usia dini di RA Al Aziziyah Kota Bekasi 160 Melihat dari beberapa pengertian guru diatas, maka maka dalam hal ini peran guru terhadap kebersihan mulut dan gigi pada anak usia dini dapat ditarik kesimpulan adalah sebagai berikut: 1. Peran guru sebagai pengajar Mengajar siswa merupakan pekerjaan guru yang pertama dan terpenting. Kegiatan yang termasuk dalam kategori kegiatan mengajar adalah kegiatan dimana peran guru adalah menyampaikan informasi yang belum pernah diketahui siswa. guru untuk menjadi lebih dari sekedar seorang guru, mereka harus benar-benar memperluas informasi yang mereka berikan kepada siswa. Tentu saja, ketika mengajar kesehatan gigi dan mulut, meneliti kesehatan gigi dan mulut dapat dilakukan melalui banyak membaca dan informasi dari para profesional kesehatan. 2. Peran guru sebagai panutan Bagi siswa Guru berperan sebagai panutan bagi siswa karena setiap tindakan atau perilaku guru akan tercermin dalam tindakan siswanya, yang akan mereka tiru. sebagai panutan yang baik. 3. Peran sebagai pembimbing siswa Memberikan bimbingan berarti menjaga siswa di jalur yang benar selama dan setelah proses pembelajaran. Ketika anak-anak memiliki kepribadian mereka sendiri, sulit untuk membimbing mereka. Namun, dalam situasi ini, guru harus dapat memberikan arahan kepada siswa tanpa terlalu memaksakan diri. banyak tekanan pada mereka. 4. Peran guru sebagai pendidik Pendidik Mengajarkan siswa untuk menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya, maka mengajar adalah memberikan pengetahuan baru. Dengan mengajarkan prinsip-prinsip moral kepada siswa sehingga mereka tidak hanya dapat meningkatkan pengetahuan mereka tetapi juga akhlak dan moral mereka. 

. Peran guru sebagai pelatih Melatih dimana peran guru untuk melatih anak agar mampu menggunakan atau membiasakan agar ilmu yang dipelajari anak dapat di praktekan dalam kehidupannya sehari- hari, dan dapat digunakan dengan baik di kehidupannya. Guru melakukan pelatihan harus diimplementasikan melalui penggunaan contoh dunia nyata. Biasanya, guru akan memberikan praktik langsung sebelum mengajari siswa cara menyikat gigi, membuat tugas mengajar siswa menjadi lebih sederhana. 6. Peran guru sebagai pemberi dorongan atau motivasi Peran guru selanjutnya adalah memberikan motivasi atau dorongan kepada anak, bukan memaksakan memaksa anak dalam memberikan pengajaran agar anak semangat dalam belajar. Itu bisa dilakukan dengan memberi siswa yang melakukannya dengan baik berupa dorongan, hadiah atau penghargaan. juga dapat meningkatkan minat belajar pada anak. Peran Guru dalam Membiasakan Perawatan Gigi dan Mulut tehadap anak usia dini Peran guru dalam mendorong membiasakan anak untuk mempraktikkan kebersihan gigi dan mulut yang baik tentunya tidak lepas dari keaktifan sekolah dalam melakukan program kesehatan dengan melakukan kerjasama dengan bidang kesehatan seperti Puskesmas ataupun klinik Dokter gigi. Tugas pendidik dalam menjaga kesehatan di sekolah khususnya dalam upaya penanggulangan penyakit gigi dan mulut siswa adalah mengatur perkembangan dan kemajuan siswa dengan mengarahkan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut bersama ahli kesehatan untuk menyampaikan identifikasi dini penyakit gigi dan mulut yang terjadi pada siswa dan membawanya ke klinik kesehatan ataupun klinik Dokter gigi. Cut Rosmawati, Peran guru terhadap kebersihan mulut dan gigi pada anak usia dini di RA Al Aziziyah Kota Bekasi 162 Karakter anak usia dini ditandai dengan tingkat keingintahuan yang tinggi, kepribadian individu, preferensi untuk berfantasi dan membayangkan, kemampuan untuk mengembangkan bakat untuk belajar, sikap egosentris, kecenderungan konsentrasi yang cepat buyar, dan menjadi bagian dari makhluk sosial yang berbeda dan uniq7 . Lebih lengkapnya setiap anak usia dini memiliki daya pikir dan prilaku yang unik yang masih perlu di kembangkan dan di bina atau di bimbing agar tumbuh dan berkembangnya anak secara optimal. Pertumbuhan anak di tunjang dari pendidikan dimulai dari lingkungan keluarga hingga pendidikan sekolah formal ataupun non formal. Untuk menumbuh kembangkan potensi anak secara optimal sejak usia dini harus diberikan pendidikan yang mencangkup bukan saja pembelajaran umum kemampuan otaknya akan tetapi pembelajaran tentang pembiasan hidup sehat seperti membiasakan merawat Mulut dan Gigi, pembiasaan menjaga lingkungan sehat agar terbentuk perilaku dan sikap hidup sehat adalah bagian penting melalui pola pengasuahan dan bimbingan oleh orang-orang sekitarnya baik orangtua ataupun guru. Anak usia dini ditandai dengan individualitas dan pola pertumbuhan anak, yang merupakan bagian dari kepribadian mereka dan perkembangan dalam aspek pertumbuhan spiritual, moral, fisik, motorik, sosial, emosional, kognitif, bahasa, dan seni8 . berdasarkan usia dan tahap perkembangan anak. Dalam bukunya “An Essay Concerning Human Understanding”, John Locke mengemukakan Teori Tabula Rasa pada tahun 1990. Menurut teori ini, manusia baru ibarat permukaan kertas tulis yang masih kososng, masih putih, bersih dan pengalaman perjalannyalah yang akan mengisi kertas kosong tersebut9 .oleh sebab itu peran orang tua , guru ataupun orang7 A Pendahuluan, “Urgensi Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini” 9, no. 2 (2017): 18–41. 8 Kemampuan Motorik and Kasar Anak, “Kegiatan Sentra Olah Tubuh Dalam Menstimulasi Kemampuan Motorik Kasar Anak” 2, no. 2 (2020). 9 Nelva Rolina, “Garuda282813,” n.d., 31–44. 

 Dalam pemecahan masalah penelitian ini Metode yang di gunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif dapat diartikan sebagai suatu prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan jalan menggambarkan/menggambarkan keadaan subyek atau obyek suatu penelitian pada masa sekarang berdasarkan fakta yang muncul, atau sebagaimana adanya11 . Metode deskriptif menurut, adalah suatu metode untuk meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang12 . Berdasarkan sudut pandang tersebut di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa metode deskriptif adalah metode penelitian yang menggambarkan hasil penelitian dengan cara yang sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan pada peristiwa atau kejadian di waktu itu. Karena akan mendeskripsikan hasil observasi dan wawancara mengenai peran guru dalam menjaga kebersihan mulut dan gigi pada anak usia dini di sekolah RA Al Aziziyah Jatiasih Kota Bekasi. Peneliti menggunakan Penelitian kualitatif yaitu untuk suatu penelitian yang bertujuan untuk menyimpulkan dan menganalisis kejadian, peristiwa, sikap, aktivitas, persepsi, pemikiran secara individual maupun secara berkelompok. 10 Tatik Ariyanti, “The Importance of Childhood Education for Child Development,” Dinamika Pendidikan Dasar 8, no. 1 (2016): 50–58. 11 Nawawi Hadari. (2007). Metodologi Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 12 Nazir,M. 2003. Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia. Cut Rosmawati, Peran guru terhadap kebersihan mulut dan gigi pada anak usia dini di RA Al Aziziyah Kota Bekasi 164 Metode ini digunakan untuk menggambarkan secara jelas dan tepat tentang peran guru dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut anak usia dini di RA Al Aziziyahserta mengumpulkan data yang komprehensif tentang data yang menjadi subjek penelitian.Berdasarkan paparan tersebut, bahwa pendekatan kualitatif adalah pendekatan menyeluruh terhadap subjek penelitian, di mana peneliti berperan sebagai instrumen utama dan hasil pendekatan tersebut dijabarkan dan dinarasikan. Pengumpulan data merupakan suatu awal dalam sebuah proses dalam penelitian ini tentang peran guru terhadap kebersihan mulut dan gigi pada anak usia di Sekolah RA Al Aziziyah Jatiasih Kota Data tersebut dapat diartikan sebagai suatu proses yang tertata dan teratur dalam memperoleh data karena diperoleh dari observasi atau pengamatan. Dalam wawancara, Esterberg13 , mendefinisikan bahwa wawancara adalah diskusi antara dua individu untuk bertukar data dan gagasan melalui Q & A, sehingga dapat dikembangkan dalam item tertentu sesuai kebutuhan pada studi pengumpulan data. dokumen adalah setiap bahan tertulis ataupun film, lain dari record, yang tidak dipersiapkan karena adanya permintaan seorang penyidik. Rob- ert C. Bogdan seperti dikutip Sugiyono dalam N.Nilamsari me- nyebutkan dokumen merupakan catatan peristiwa yang telah berlalu, bisa berbentuk tulisan, gambar, karya- karya monumental dari seseorang14 . Dokumentasi adalah metode pengumpulan data melalui catatan tertulis yang dapat berupa arsip atau buku-buku teori atau pendapat yang berkaitan dengan masalah penelitian. Pengumpulan data temuan dari lapangan atau kejadian merupakan bagian dari pengumpulan data penyelidikan secara keseluruhan, secara tidak langsung, artinya data tersebut diperoleh melalui dokumen pendukung yang berkaitan dengan data yang akan diteliti. 13 Sugiyono,(2010). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. 14 Natalina Nilamsari, “Memahami Studi Dokumen Dalam Penelitian Kualitatif,” Wacana 13, no. 2 (2014): 177–81. WISDOM: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Volume 03 No.02 Juli-Desember 2022 165 Setelah pengumpulan data Tahap berikutnya adalah reduksi data— yaitu penyusutan atau disederhanakan kembali, abstraksi, dan proses data yang masih perlu diperbaiki dari data lapangan juga harus difokuskan pada aspek dan pola penting yang harus dicari atau diteliti dalam penelitian Peran guru terhadap kesehatan mulut dan gigi pada anak usia dini di Sekolah RA Al Aziziyah Jatiasih Kota Bekasi yang dikaji dalam penelitian ini. Lalu tahap berikutnya adalah data disajikan dalam bentuk uraian singkat berikut hasil reduksi data. Pada penelitian ini data dikumpulkan dan disajikan sebagai bagian dari analisis dalam bentuk untaian ringkas mengenai peran guru dalam menjaga kebersihan dan dampaknya terhadap kebersihan gigi dan mulut pada anak usia dini. anak-anak di Sekolah RA Al Aziziyah, Jatiasih, Kota Bekasi. Tahap selanjutnya yaitu pengambilan kesimpulan. Proses pengumpulan data bukanlah langkah terakhir, karena data dari kesimpulan yang diambil adalah hanya sementara, dan jika data-data yang di peroleh kurang kuat maka akan berubah makanya penting untuk mengembangkan informasi secara intuitif sampai akhir yang benar-benar akurat sehingga didapatkan atau dihasilkan data-data yang real tentang peran guru terhadap kebersihan mulut dan gigi pada anak usia di Sekolah RA Al Aziziyah Jatiasih Kota Bekasi. 

HASIL DAN PEMBAHASAN 


Temuan penelitian meliputi wawancara dengan guru di Sekolah RA Al Aziziyah Jatiasih di Kota Bekasi tentang peran mereka dalam mengajarkan kesehatan gigi dan mulut kepada anak-anak usia dini yang dilakukan dengan guru kelas. guru memahami dengan jelas betapa pentingnya itu untuk mempraktikkan kebersihan gigi dan mulut yang baik dengan cara : 1. Melakukan praktek langsung tentang kegiatan menggosok gigi bersama setiap kelompok 2. Guru membantu anak-anak menyikat gigi dengan memperagakan serta memberikan arahan dalam menggosok gigi yang baik. Cut Rosmawati, Peran guru terhadap kebersihan mulut dan gigi pada anak usia dini di RA Al Aziziyah Kota Bekasi 166 3. Setiap 3 bulan sekali ada pemeriksaan gigi oleh Dokter gigi yang bekerja sama dengan pihak sekolah memeriksa kesehatan gigi anak. 4. Guru memberikan motivasi agar anak mau melakukan pemeriksaan giginya dan juga mengikuti kegiatan menggosok gigi bersama. Hasil wawancara tentang peran guru terhadap kebersihan gigi anak berpengaruh positif, yaitu : 1. Guru mengatakan bahwa setelah anak diajari berulang kali tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mendampingi mereka dalam menykat gigi disekolah, kebersihan gigi mereka lebih meningkat karna lebih rajin dan rutin dalam menggosok gigi. 2.Anak menjadi terbiasa mengikuti kegiatan kesehatan gigi di bawah arahan guru, menambah pengetahuan dan keinginan anak dalam merawat dan menjaga giginya. 3. Selama empat kali pertemuan dilakukan observasi terhadap guru, ternyata kegiatan menyikat gigi setelah anak-anak makan bersama,lalu Kegiatan dimulai dengan guru memberikan contoh dan mereka mempraktekan dengan peralatan sikat gigi yang disediakan disekolah dan anak-anak melakukannya secara bersama-sama. 4. Anak lebih tertarik dalam mengikuti pembelajaran karena diberikan gambaran baik berupa cerita langsung ataupun dengan media video nonton bersama dengan tema menjaga kebersihan gigi. 5. Guru mengevaluasi kegiatan anak-anak dan menawarkan bantuan kepada mereka yang kesulitan menyikat gigi sehingga anak-anak memahaminya. Berdasarkan observasi atau pengamatan selama empat kali pertemuan, bersama kegiatan anak-anak dengan guru memberikan contoh-contoh, guru memberikan gambaran melalui menonton bersama sehingga anak- 

 anak terbiasa menggosok gigi setelah makan.dari itulah penulis mengambil gambar atau foto-foto kegiatan mereka secara langsung sebagai dokumentasi. Temuan dan Pembahasan Penelitian ini menambah hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan hasil yang signifikan atau perubahan peran guru dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Sistem pendidikan dan proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh peran guru. Selain sebagai guru, guru juga berperan sebagai pendidik dan pembimbing, mengarahkan dan membantu siswa dalam pendidikannya. Selain itu, guru memegang peranan yang sangat penting. dalam memotivasi siswa untuk mengembangkan semangatnya dalam kegiatan belajar. Guna membantu anak mencapai potensinya secara maksimal, guru perlu merangsang, mendorong, dan menguatkan. Guru harus menanamkan kebiasaan yang paling mendasar yaitu menjaga kebersihan gigi anak. Karena masalah kesehatan terkait kebersihan gigi banyak terjadi pada anak-anak, sangat penting untuk mengajarkan kebersihan gigi sejak usia dini. karena Ketika mereka berada di area bermain, cenderung jajanan anak-anak banyak makanan manis, yang membuat mereka berisiko terkena berbagai penyakit gigi karena mereka masih belajar cara merawat gigi dan mulut mereka. Kesehatan dan kesejahteraan anak terutama dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut di masa depan akan lebih meningkat jika kebersihan gigi diajarkan sejak usia dini. Anak-anak tidak dapat mempelajari kebersihan gigi dan mulut sendiri butuh bantuan dan arahan guru, biasanya anak-anak melakukan apa yang guru perintahkan. Guru memiliki peran penting dalam mengajarkan kebersihan mulut dan gigi kepada anak 15 . tanggung jawab guru sebagai pendidik memang besar 15 Muhamad Ali, Devi, and Abas Yusuf, “Peran Guru Terhadap Kebersihan Diri Anak Usia 4-5 Tahun Di Paud Sutitah Soedarso 1 Desa Jungkat,” The Effects of Brief Mindfulness Intervention on Acute Pain Experience: An Examination of Individual Difference 1 (2015): 1–10, http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/view/9873/9667. Cut Rosmawati, Peran guru terhadap kebersihan mulut dan gigi pada anak usia dini di RA Al Aziziyah Kota Bekasi 168 mengingat sehat merupakan salah satu kunci kesuksesan anak kelak. Selain itu, peran guru sangat menentukan dalam situasi ini karena anak akan memandangnya sebagai panutan akan menjadi pengaruh bagi pembelajaran anak di sekolah. Sebagai bagian dari tanggung jawab guru terhadap kebersihan gigi dan mulut anak, guru mengajarkan kepada anak hal-hal seperti: 1. Cara menyikat gigi Guru memberikan contoh dan gambaran cara menyikat gigi, anakanak-pun melakukan kegiatan menyikat gigi secara bersama-sama, dan anak-anak sangat bersemangat ketika guru meminta mereka untuk menyikat gigi. Kemudian mengajarkan kepada anak-anak pentingnya memeriksakan giginya ke Dokter gigi karena kuman di gigi dapat mengakibatkan kerusakan pada gigi. 2. Sebelum memulai menggosok gigi Guru menggunakan media cerita ataupun video semenarik mungkin agar anak semangat menggosok gigi. 3. Agar anak terbiasa menjaga kebersihan diri, kegiatan ini diulangi berkelanjutan. 4. Pada saat anak melakukan kegiatan kesehatan gigi dan mulut dengan cara yang baik dan benar, guru memberikan penghargaan berupa hadiah berupa benda dan pujian untuk meningkatkan motivasinya.. Motivasi adalah “pendorongan“; suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu16 . Kelabilan anak- anak tentu membutuhkan selalu motivasi agar bisa menjalankan kebiasannya dengan baik dan penuh semangat, oleh karena itu penting sekali menjaga mood anak berikanlah mereka contoh-contoh yang baik. 16 Tri Rumhadi, “Urgensi Motivasi Dalam Proses Pembelajaran,” Jurnal Diklat Keagamaan 11, no. 1 (2017): 33–41, bdksurabaya. 

 Salah satu upaya menjaga kebersihan diri adalah menjaga kebersihan gigi dan mulut.Penting bagi guru untuk berperan dalam kebersihan gigi dan mulut untuk membantu anak mencapai potensi penuh dalam menjaga kebersihannya dan kesehatannya.perlunya pembelajaran masalah kebersihan gigi dan mulut secara berkala dan berkelanjutan dengan memberikan berbagai cara dalam mengajar baik media bercerita ataupun video dan juga media-media lainnya sehingga anak tertarik mengikutinya juga menjadi praktek sehari-hari dalam kehidupannya bukan saja di sekolah akan tetapi ketika anak pulang kerumahnya mereka akan menceritakan kepada anggota keluarganya pentingnya menggosok gigi dan menjadi rutinitas yang wajib dilakukan oleh anak dimanapun berada tanpa lagi paksaan dari kedua oarngtuanya, karena mereka menyadari pentingnya praktik kesehatan gigi dan mulut seperti menyikat gigi. Guru juga bisa memberikan gambaran atau memvideo-kan kegiatan selama disekolah dan menunjukannya kepada orangtua anak sehingga menjadi termotivasi untuk melakukannya ketika di rumahnya, karena ada sebagian juga anak-anak mengalami kesulitan dalam menyikat gigi dan takut pergi memeriksakan giginya ke dokter gigi, bisa menjadi gambaran kepada anak-anak mengenai paparan yang telah dilakukan guru disekolah biasanya anak lebih manut terhadap gurunya. *Gambar kegiatan anak dalam menjaga kebersihan mulut dan gigi di sekolah Cut Rosmawati, Peran guru terhadap kebersihan mulut dan gigi pada anak usia dini di RA Al Aziziyah Kota Bekasi 170 KESIMPULAN Berikut ini dapat ditarik dari temuan penelitian yang telah dilakukan: 1. Kegiatan dan pelajaran yang diajarkan tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut berkaitan dengan peran guru terhadap kebersihan gigi dan mulut pada anak usia dini harus ditanamkan dan dibiasakan oleh guru sehingga anak-anak dibiasakan melakukan kegiatan kebersihan gigi dan mulut agar kebersihan mulut dan gigi anak dapat terjaga dan anak terhindar dari sakit gigi,sariawan,gigi berlubang dan karang gigi yang diakibatkan oleh jarangnya menjaga kebersihan mulut dan gigi. 2. Antusiasme anak-anak yang meningkat untuk menyikat gigi sebagai kegiatan kelompok dilakukan oleh guru dengan arahan yang baik juga dengan sikat gigi yang lucu-lucu dalam berbagai bentuk yang disukai oleh anak-anak menjadi lebih antusias mereka dalam menggosok gigi sehingga menunjukkan dampak peran guru terhadap kesehatan mulut dan gigi pada anak usia dini. Mereka juga mulai peduli dan memahami konsekuensi dari kebersihan mulut dan gigi yang buruk, dan mereka menjadi termotivasi untuk mempraktikkan kebersihan mulut dan gigi yang baik. DAFTAR PUSTAKA Ali, Muhamad, Devi, And Abas Yusuf. “Peran Guru Terhadap Kebersihan Diri Anak Usia 4-5 Tahun Di Paud Sutitah Soedarso 1 Desa Jungkat.” The Effects Of Brief Mindfulness Intervention On Acute Pain Experience: An Examination Of Individual Difference 1 (2015): 1–10. Http://Jurnal.Untan.Ac.Id/Index.Php/Jpdpb/Article/View/9873/9667. Ariyanti, Tatik. “The Importance Of Childhood Education For Child Development.” Dinamika Pendidikan Dasar 8, No. 1 (2016): 50–58. Fatimatuzzahro. “Bangsalsari Yaitu 5 . Indeks Gigi Yang Karies ( D ) Lebih Dominan Yaitu Sekitar 67 % Dibanding Gigi Yang Telah Dicabut ( M ) WISDOM: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Volume 03 No.02 Juli-Desember 2022 171 Sebanyak 2 % Dan Gigi Yang Telah Ditambal ( F ) Hanya 1 %. Masih Tinggi Nya Gigi Yang Karies ( D ) Dibandingkan Gigi Yang Sudah Di.” Jurnal IKESMA 12 (2016): 84–90. Fatimatuzzahro, Nadie, Rendra Chriestedy Prasetya, And Winda Amilia. “Gambaran Perilaku Kesehatan Gigi Anak Sekolah Dasar Di Desa Bangsalsari Kabupaten Jember.” Jurnal IKESMA 12, No. 2 (2016): 85. Gigi, Fakultas Kedokteran, And Universitas Muhammadiyah Surakarta. “peran guru dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut siswa di sekolah dasar ana riolina” 1, no. 2 (2017): 51–54. Kesehatan, Pemeliharaan, Gigi Anak, And S D N Kauman. “Journal Of Health Education.” Journal Of Health Education 25, No. 1 (1994): 57– 60. Https://Doi.Org/10.1080/10556699.1994.10603001. Motorik, Kemampuan, And Kasar Anak. “Kegiatan Sentra Olah Tubuh Dalam Menstimulasi Kemampuan Motorik Kasar Anak” 2, No. 2 (2020). Nilamsari, Natalina. “Memahami Studi Dokumen Dalam Penelitian Kualitatif.” Wacana 13, No. 2 (2014): 177–81. Nugraheni, Hermien, Lanny Sunarjo, And Tri Wiyatini. “Teacher’S Role On Oral Health Promoting School.” Jurnal Kesehatan Gigi 5, No. 2 (2018): 13. Https://Doi.Org/10.31983/Jkg.V5i2.3857. Pendahuluan, A. “Urgensi Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini” 9, No. 2 (2017): 18–41. Rolina, Nelva. “Garuda282813,” N.D., 31–44. Rumhadi, Tri. “Urgensi Motivasi Dalam Proses Pembelajaran.” Jurnal Diklat Keagamaan 11, No. 1 (2017): 33–41. Bdksurabaya.E-Journal.Id ? article ? download.

RPPH Tema Bulan Ramadhan - PAUD/TK/RA/LEMBAGA/SEKOLAH


Topik: Menyambut Bulan Ramadhan

Subtopik: Makna dan Keistimewaan Bulan Ramadhan

Kelas: PAUD/TK

Durasi: 60 Menit

Tujuan Pembelajaran:

       Anak-anak dapat menyebutkan ciri-ciri bulan Ramadhan.

       Anak-anak dapat menjelaskan makna dan keistimewaan bulan Ramadhan.

       Anak-anak dapat menunjukkan rasa senang menyambut bulan Ramadhan.

Kegiatan Pembelajaran:

Kegiatan Pendahuluan (10 Menit):

1.     Guru menyapa anak-anak dengan penuh semangat dan mengucapkan selamat datang di bulan Ramadhan.

2.     Guru mengajak anak-anak bernyanyi lagu tentang bulan Ramadhan.

3.     Guru menunjukkan gambar-gambar tentang kegiatan di bulan Ramadhan dan mengajak anak-anak untuk berdiskusi.

Kegiatan Inti (40 Menit):

1.     Kegiatan 1 (15 Menit): Bercerita tentang bulan Ramadhan

       Guru menceritakan kisah tentang sejarah dan tradisi Ramadhan dengan bahasa yang menarik dan mudah dimengerti anak-anak.

       Guru menggunakan boneka atau alat peraga lainnya untuk membantu menceritakan kisah.

       Guru memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bertanya dan berdiskusi tentang cerita yang telah didengarkan.

2.     Kegiatan 2 (15 Menit): Menyanyikan lagu tentang bulan Ramadhan

       Guru mengajarkan anak-anak lagu tentang bulan Ramadhan dengan gerakan yang sederhana dan menyenangkan.

       Guru mengulang lagu beberapa kali dan mengajak anak-anak untuk menyanyikannya bersama-sama.

       Guru memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memimpin menyanyi.

3.     Kegiatan 3 (10 Menit): Membuat kolase gambar tentang kegiatan di bulan Ramadhan

       Guru menyediakan berbagai gambar tentang kegiatan di bulan Ramadhan, seperti salat tarawih, tadarus Al-Quran, buka puasa bersama, dan lain sebagainya.

       Guru mengajak anak-anak untuk memilih gambar yang mereka sukai dan menempelkannya pada selembar kertas.

       Guru memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menjelaskan gambar yang mereka pilih dan menceritakan pengalaman mereka tentang bulan Ramadhan.

Kegiatan Penutup (10 Menit):

1.     Guru memberikan reward kepada anak-anak yang aktif dan berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran.

2.     Guru mengajak anak-anak untuk berdoa bersama agar bulan Ramadhan yang akan datang menjadi bulan yang penuh berkah dan kebaikan.

3.     Guru mengucapkan salam dan pamit kepada anak-anak.

Penilaian:

       Observasi terhadap partisipasi anak dalam kegiatan pembelajaran

       Hasil karya kolase gambar

       Keaktifan anak dalam diskusi dan tanya jawab

Sumber Daya:

       Buku cerita tentang bulan Ramadhan

       Lagu-lagu tentang bulan Ramadhan

       Gambar-gambar tentang kegiatan di bulan Ramadhan

       Lembar kerja kolase

       Lembar penilaian

Catatan:

       Kegiatan pembelajaran dapat disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak.

       Guru dapat menambahkan kegiatan lain yang relevan dengan tema bulan Ramadhan.

       Orang tua dilibatkan dalam kegiatan pembelajaran, seperti membantu anak membuat kolase gambar, bernyanyi lagu Ramadhan di rumah, dan lain sebagainya.

MODUL AJAR TEMA “Tanaman” tk/PAUD/RA/LEMBAGA SEKOLAH

 https://studio.youtube.com/video/5wEubt1tlQc/translations

https://studio.youtube.com/video/5wEubt1tlQc/translations

MODUL AJAR

 Tanaman


A.  Informasi Umum

 


 

Nama

 

 

 

Jenjang/Kelas

 

TK/ B (5-6 Tahun)

 

Asal Sekolah

 

 

 

Mata Pelajaran

 

Projek penguatan profil pelajar pancasila (P5)

Alokasi Waktu

1-6 pertemuan

900 menit

Jumlah Siswa

……….anak

Tujuan Projek penguatan profil pelajar pancasila (P5)

 

    Anak dapat memiliki akhlak menyayangi tanaman sebagai makhluk ciptaan Tuhan. (1)

   Anak dapat berkreasi dan interaksi antar sesama (2)

    Anak peduli terhadap lingkungan sekitar dengan cara menyiram tanaman (3)

   Anak mampu meregulasi diri setelah memelihara tanaman (4)

    Anak  mampu menerima, menganalisa,   mengevaluasi    dan menyimpulkan informasi (5)

   Anak mampu menghasilkan ide/gagasan (6)

 

Model Pembelajaran

 

Tatap Muka

 

Tema/Sub Tema/Topik

 

Aku Sayang Bumi/Tanaman kesayangan dirumahku/Merawat Tanaman

 

Fase

 

Fondasi

 

Tujuan Kegiatan

 

   Anak  memiliki  akhlak  menyayangi  Tanaman  sebagai  makhluk  ciptaan

Tuhan.

   Anak berkreasi dan berinteraksi pada saat menanam Tanaman

   Anak menanam  dan memelihara  Tanaman sesuai gagasannya  dengan cara menerima,   menganalisa,   mengevaluasi,   dan menyimpulkan informasi sehingga terjadi perubahan-perubahan perilaku yaitu anak mengetahui cara menanam,menyayangi,dan memelihara Tanaman.

Kata Kunci

Tanaman, tumbuh, proyek, karya

 

Deskripsi Umum Kegiatan

 

Pada kegiatan ini anak diajak untuk membuat suatu projek yang terkait dengan

Tanaman yakni membuat kolase dari daun


 

 

 

 

Kegiatan diawali dengan menggali pengetahuan awal anak-anak tentang tanaman, meneliti tanaman secara mendalam, menanam tanaman, mengaplikasikan pengetahuan yang sudah didapat ke dalam bentuk karya kolase.

 

Alat dan Bahan

 

Alat dan Bahan :

 lembar kerja, Lem, kertas, gunting, alat tulis, krayon, daun.

Sarana Prasarana

Ruangan kelas, halaman sekolah, taman sekitar

 

 

A.   KOMPONEN INTI

 

 

1.  Bercerita/Berdiskusi gambar

Sumber

Seri buku cerita lingkungan

https://anyflip.com/hyfto/ayjv/basic

 

 

Sinipsis/ringkasan cerita

Afa tinggal bersama ayah, ibu, dan adiiknya, Setiap hari Minggu kerja bakti di rumah dari menyapu, mengepel, dan membersihkan taman. kerena Kebersihan rumah merupakan kewajiban setiap anggota keluarga. Pada suatu hari, adik ingin menonton kartun di televisi tidak mau ikut membersihkan halaman lalu Ibu mengajak adik mendekat ke tanaman yang sedang disiram ayah. Ibu menjelaskan, Ayah menyiram tanaman karena tanaman membutuhkan air untuk hidup.. Ibu meminta adik untuk membandingkan pentingnya kartun dan tanaman bagi manusia. Adikk yang cerdas segera menyadari maksud ibu, Ia ingin menyiram tanaman agar tumbuh besar dan menghasilkan banyak udara segar bagi manusia. Kewajiban kita adalah harus menyayangi tumbuhan, agar kita dapat merasakan manfaat tumbuhan dalam kehidupan


2.  Membuat Peta Konsep :


3. Curah Ide Kegiatan :

 

 

 

Tahapan Proyek

 

Urutan Hari

 

Ragam Kegiatan

Permulaan

1

   Menonton Video Proses Pertumbuhan tanaman

    Memantik ide anak tentang proses pertumbuhan tanaman (diskusi awal)

    Menginformasikan kepada anak dan orang tua untuk membawa tanaman (bunga/pohon dll) boleh menggunakan pot bunga atau plastik/kaleng

2

   Membacakan buku cerita tentang tanaman

   Permainan tebak bagian tanaman

   Review tanaman yang diamati

    Merencanakan kunjungan ke taman kota dengan mensosialisasikan aturan berkunjung

   Bermain peran (pura-pura) berkunjung ke taman

Firdaus

    Mengingatkan kembali kepada anak untuk membawa tanaman

Pengembangan

3

   Berkunjung ke taman firdaus

    Mendatangkan ahli pertanian atau perkebunan atau tukang kayu

   Mengumpulkan daun-daun berbagai ukuran, bentuk dan

warna

    Mengingatkan kembali kepada anak untuk membawa tanaman

 

4

 

   Games motorik kasar:

    Membuat kolase dari bahan daun dari berbagai bentuk, ukuran dan warna

    Menceritakan pengalaman hasil kunjungan anak ketaman

    Mengingatkan kembali kepada anak untuk membawa tanaman

 

5

 

   Anak mengamati tanaman yang dibawa

   Anak menanam tanaman yang di bawa dari ruamah

   Anak memberi nama/angka pada pot tanamannya.

   Anak menyiram tanamannya.

   Anak menata tanamannya

 

Penyimpulan

 

6

 

   Anak menceritakan pengalaman proyeknya

   Anak memperlihatkan hasil proyeknya

 

Pelibatan Orang tua

 

1.    Mengimformasikan kepada orang tua untuk hadir di sekolah besok untuk mendampingi anaknya menanam dan membawa tanaman (bunga , sayuran, biji-bijian) beserta pot /plastik/kaleng dan tanah.

2.    Mengundang orang tua yang berprofesi terkait dengan

tanaman untuk menjadi narasumber.


4. Langkah-langkah Memfasilitasi Pembelajaran

 

 

Tema/sub  tema : Aku Sayang  Bumi/ Tanaman  kesayangan

Topik              : Merawat Tanaman

Durasi             : 1-6 hari

Tujuan Kegiatan :

   Anak memiliki akhlak menyayangi Tanaman sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

   Anak berkreasi dan berinteraksi pada saat menanam Tanaman

    Anak menanam  dan memelihara  Tanaman  sesuai  gagasannya  dengan  cara menerima, menganalisa,  mengevaluasi,  dan menyimpulkan informasi sehingga terjadi perubahan -perubahan perilaku yaitu anak mengetahui cara menanam,menyayangi,dan memelihara Tanaman.

 

 

a.   Tahap Permulaan

Anak-anak memulai proyek dengan meneliti terlebih dahulu tanaman yang ada di lingkungan sekolah.

Hari 1

Alur

Kegiatan

Alat bahan

Pembukaan

1.   Memantik Ide Anak lewat Video Proses

Pertumbuhan tanaman

-     Anak dan guru membahas  kosakata yang belum dikenal anak.

-     Anak didorong untuk menceritakan apa yang telah mereka ketahui tentang tanaman atau apa pengalaman mereka yang menarik tentang

tanaman. Beberapa pertanyaan yang dapat diajukan misalnya:

“Bagaimana tanaman yang kamu lihat? Ceritakan!

-     “Pernahkah kamu menanam tanaman? Ceritakan pengalamanmu Menonton Video Proses Pertumbuhan tanaman

-     Menginformasikan kepada anak dan orang tua untuk membawa tanaman (bunga/pohon dll) boleh menggunakan pot bunga atau plastik/kaleng

- Video proses pertumbuhan tanaman

 

Inti

 

1.  Menyimak cerita

-     Anak  mengamati, meraba, mencium bagian tanaman   (akar, batang, dahan, ranting, daun, bunga, biji).

-     Anak    mengelompokkan    bagian-bagian    tanaman sesuai bentuk dan warnanya.

-     Anak membandingkan   bagian-bagian   tanaman (menyebutkan persamaan  dan   perbedaan, membandingkan ukuran, bentuk dan tekstur).

-      Anak mengurutkan ukuran bagian-bagian tanaman.

 

Ketika anak mengeksplorasi tanaman., guru dapat bertanya untuk meningkatkan kemampuan berpikir mereka, misalnya “ Bagaimana perbedaan daun A dan daun B?

Menurutmu, mana tanaman yang lebih kuat ketika tertiup

angin? Tanaman yang rendah atau tinggi? Mengapa?

 

Kegiatan 1:

-     Tanaman di halaman sekolah

 

 
Tujuan kegiatan : anak dapat mengkomunikasikan pengetahuan awal tentang tanaman secara verbal maupun visual. Anak menerima dan menganalisa informasi


Penutup       -      Recalling proses eksplorasi tanaman.

-      Refleksi perasaan ketika mengeksplorasi tanaman.

 

Hari 2

Tujuan kegiatan: anak dapat membuat perencanaan untuk meneliti tanaman lebih lanjut.

 

Alur

Kegiatan

Alat bahan

 

Pembukaan

 

1. Anak menyimak cerita buku tentang tanaman yang berjudul tanamanku yang subur”.

-    Anak menjawab pertanyaan guru seputar isi cerita.

2.  Permainan tebak bagian tanaman

-     Guru memperlihatkan gambar bagian tanaman namun menutup sebagian besar gambarnya.

-      Anak menebak bagian tanaman yang ditunjukkan.

3.    Review tentang hasil pengamatan tanaman

4.    Anak menceritakan kembali apa saja yang mereka temukan ketika mengamati tanaman.

 

-  Kartu gambar bagian-bagian tanaman

 

Inti

 

-     Anak bermain peran (pura-pura) berkunjung ke taman firdaus

 

Kertas

Alat tulis

Penutup

Recalling pengalaman main, refleksi perasaan, pesan- pesan

 

Dalam tahap permulaan ini, pihak sekolah dapat melibatkan orang tua dalam pembelajaran anak

misalnya dengan :

-      Memberi informasi bahwa anak sedang mempelajari topik tanaman

-     Mengundang orang tua untuk menjadi narasumber tentang tanaman (misalnya bila ada orang tua yang memiliki profesi terkait tanaman)

 

 

b. Tahap Pengembangan

Anak melakukan eksplorasi dan penyelidikan lebih luas dan mendalam tentang tanaman. Setelah mendapat  banyak   informasi,  anak  menuangkan  ide  melalui  karya yang  bervariasi.   Variasi  kegiatan yang direncanakan  dalam  satu hari, dapat  diperpanjang  atau diulang  kembali  sesuai  dengan ketertarikan dan kebutuhan anak.

Hari 3

Tujuan kegiatan: Anak menunjukkan rasa ingin tahu melalui observasi dan eksplorasi tanaman

 

Alur

Kegiatan

Alat bahan

 

Pembukaan

 

1.   Persiapan Kunjungan

-     Anak dan guru mendiskusikan tentang aturan saat berkegiatan di taman firdaus.

-     Anak mengecek semua persiapan kunjungan yang perlu dibawa.

-      Berdoa sebelum perjalanan

-      Perjalanan kunjungan ke taman firdaus

 

 

Inti

 

1.   Kunjungan ke taman

-     Anak meneliti tanaman yang ada di taman firdaus (melihat, meraba, mencium,   membandingkan antara tanaman yang satu dengan tanaman yang lain).

-     Anak  mengamati  hal lain pada tanaman  selain bagian-bagiannya (misal serangga atau binatang lain yang ada di tanaman).

 

 

-      Kertas

-     Lembar hasil penelitian


 

 

 

-     Anak mengumpulkan bagian-bagian tanaman ke dalam kantong yang telah disiapkan.

-      Anak bertanya (melakukan wawancara sederhana)

terhadap petugas yang ada di taman kota.

-     Anak   menggambar hasil   penelitian yang ditemukan.

-     Anak menceritakan hasil penelitian atau fakta unik yang ditemukan.

 

 

Penutup

Perjalanan pulang

Bernyanyi lagu (misalnya Naik-naik Ke Puncak Gunung )

 

 

Hari 4

Tujuan kegiatan: anak menunjukkan kemampuan dasar berpikir kritis dan logis.

 

Alur

Kegiatan

Alat bahan

 

Pembukaan

 

1.  Games motorik kasar:

-     Anak membuat kelompok bersama teman (satu kelompok maksimal 3 anak)

-     Anak berlari dan melompati rintangan untuk mengambil huruf menyusun kata pohon, daun, ranting, batang, dahan, bunga, buah.

-     Anak menyusun huruf-huruf tersebut secara berkelompok dan membacanya.

 

2.  Review pengalaman kunjungan ke taman

-     Anak   menceritakan kembali   pengalaman berkunjung  ke taman.  Untuk  mendorong  anak bercerita   lebih luas, guru dapat memberikan pertanyaan misalnya:

   Hal baru apa yang kamu temukan saat meneliti di

taman?

   “Pertanyaan apa saja yang sudah terjawab?

   “Bagaimana  perasaanmu  ketika melihat  ada  yang subur dan yang kering?

- Anak  menceritakan  hasil  kunjungan  ke taman  apa saja yang dilihat disana dan yang ditemukan.

 

-     Buku-buku lain yang terkait dengan tanaman.

-     Gambar/ pohon, daun, ranting, batang, dahan, bunga, buah

-      Huruf-huruf

 

Inti

 

1. Anak membuat kolase dari daun yang telah dibawa dari berbagai bentuk, ukuran dan warna

2. Anak memberi angka/nama pada tempat/pot yang akan di tempati menanam

 

- Daun,Lem,Gunting, Kertas

-Pot , spidol

Penutup

Recalling pengalaman kunjungan, refleksi perasaan, pesan-pesan

 

Hari 5

Tujuan kegiatan: Anak menunjukkan rasa ingin tahu melalui eksperimen.

 

Alur

Kegiatan

Alat bahan

 

Pembukaan

 

1.    Anak mengamati tanaman yang dibawa dari rumah

2.    Anak mendiskusikan urutan pertumbuhan tanaman .

-     Beberapa contoh pertanyaan yang dapat diberikan guru untuk memancing anak berpikir

 

gambar tentang proses pertumbuhan tanaman.


 

 

 

lebih kritis, misalnya:

Mengapa tanaman yang disiram secara rutin dapat tumbuh lebih subur daripada tanaman yang dibiarkan kering?

“Bolehkah kita menebang tanaman/ pohon sembarangan? Mengapa?

 

 

Inti

 

        Menanam tanaman

-     Anak mengambil pot/tempat menanam yang sudah di tulisi angka/nama

-      Anak  memilih  media  tanaman  yang  akan  dipakai

(misalnya biji-bijian, batang atau tunas) yang di

-     Anak memasukkan tanah sampai penuh ke dalam pot/tempat untuk  menanam dan  menanam tanamannya

-      Anak menyiram tanamannya masing-masing

-     Anak menata tanamannya sesuai urutan angkanya/ namanya

 

Alat dan bahan

Kegiatan 1:

- tanaman (biji,batang, tunas), pot, plastik atau Kaleng, air.pupuk, Sekop,teko air.

 

Penutup

 

-      Refleksi perasaan anak ketika bereksperimen.

-      Recalling tentang proses pertumbuhan tanaman.

-      Rutinitas pulang ( doa pulang)

 

 

c. Tahap Penyimpulan

Pada tahap ini guru dan anak dapat meninjau kembali pertanyaan -pertanyaan anak yang pernah diajukan sebelumnya. Anak-anak diajak untuk mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan  apa saja yang sudah  terjawab  dan  yang  belum.  Anak  bersama  guru  juga  melakukan  refleksi  tentang  keseluruhan proses pembelajaran yang telah dilalui. Guru dan anak juga dapat merencanakan event sebagai sarana  bagi anak untuk  mempresentasikan  apa yang telah mereka  dapatkan  selama  proses pembelajaran tentang pohon ini.

 

 

Hari 6

Tujuan kegiatan: Anak dapat berkreasi dan berkolaborasi

 

Alur

Kegiatan

Alat bahan

 

Pembukaan

 

1.  Bercerita pengalaman proyeknya

-     Anak menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke taman.

-     Anak bercerita pengalaman menanam tanaman dengan (biji,batang,tunas)

 

 

Inti

 

1.   Mempersentasikan hasil karyanya

-     Anak menceritakan tentang hasil karyanya dalam membuat kolase dari bahan daun dengan berbagai bentuk, ukuran dan warna

 

- Hasil karya yang telah dibuat

 

Penutup

 

-     Refleksi perasaan anak ketika bekerjasama dengan teman.

-     Recalling tentang proses penanaman tanaman dan membuat kolase

-      Rutinitas pulang (berdoa pulang)

 


Refleksi

 

 

Refleksi Guru

Refleksi Anak

-     Bagaimanakah     perasaan anak-anak ketika sudah belajar menanam   dan merawat tanamannya?

-      apakah  tujuan  bermain  anak-anak

menyenangkan?

-     Perasaan    anak-anak    sangat senang ketika menanam tanaman yang di bawa sendiri dari rumahnya.

-     Tujuan  bermain  anak-anak  juga  sudah

tercapai karena bermain sambil belajar mulai dari menuliskan  angka/nama  di potnya, mengamati   tanaman secara langsung, menanam sendiri tanamannya dan menyiram serta menata tanamannya.


HAUS ILMU

JURNAL KARYA ILMIAH

 PERAN GURU TERHADAP KEBERSIHAN MULUT DAN GIGI PADA ANAK USIA DINI DI RA AL AZIZIYAH KOTA BEKASI  Cut Rosmawati Universitas Panca Sakti Beka...